Kejuaraan Motogp bukan hitungan Matematika, benarkah?

duel jlvr 2duel jlvr 3

MasBro, Jelang Gp Australia di sirkuit philips island, the doctor menolak untuk hitung-hitungan potensi point yang bakal diraih oleh dua kandidat juara 2015, dirinya VS Lorenzo. The doctor tidak mau menghiraukan aneka kombinasi hitungan matematis tersebut dan memilih untuk fokus disetiap race, fokus race – per race, berusaha selalu finish di depan lorenzo adalah targetnya.

Benarkah the doctor akan mengabaikan begitu saja kombinasi hitung-hitungan metematis yang banyak diulas di blog-blog dalam dan luar negeri, dan memilih opsi main habis-habisan untuk mengungguli lorenzo di setiap race pada sisa tiga race pamungkas?.

Kita tahu bagi Lorenzo tidak ada hitungan matematis lagi dalam 3 race pamungkas. kompatriot sekaligus rival Rossi musim ini hanya memiliki satu hitungan saja : Raih point maksimal 25 point X 3 race = 75 point

Peluang Lorenzo jadi juara dunia tergantung dari seberapa maksimal dia meraih point dan seberapa sedikit point yang diraih the doctor. Jika lorenzo mampu meraih maksimal 75 point tambahan, maka tidak bisa tidak, Rossi harus membuka pelajaran matematika, mencari rumusan bagaimana caranya meraup sedikitnya 58 point yang jika digabungkan dengan keunggulan 18 point saat ini maka point maksimal Rossi bertambah = 76 point, berarti unggul 1 point dari lorenzo di ujung kejuaraan dan menjadi juara dunia buat kesepuluh kalinya

rossi 10rossi standing rio hondo

IMHO, Pernyataan the doctor untuk mengabaikan hitungan matematika dan memilih fokus mengungguli lorenzo di setiap race pamungkas, itu hanyalah psy war saja.

Pada kenyataannya ane yakin the doctor bakal bermain taktis. Taktis yang dimaksud adalah kecerdikan Rossi membaca situasi seperti yang kemarin diperlihatkannya di race motegi berhasil meraih podium 2 mengungguli lorenzo di posisi 3. The doctor akan selalu memilih bermain taktis seperti analisa ane di artikel sebelumnya disini

Jika marquez yang ngomong bakalan tampil habis-habisan untuk mengungguli lorenzo di setiap race, ane percaya, soalnya marc marquez memang telah memperlihatkan kenekatannya gas pol tampil 110 persen di musim 2013 dan 2014. Di musim 2015 ini juga sebenarnya marquez melakukan strategi yang sama, namun kurang mampu diimbangi oleh  motor Rcv nya, sehingga doi 5x kehilangan kendali dan ndlosor ora point.

Jadi tipikal Rossi ane hapal banget, kalo doi tidak mampu mengejar lorenzo di speed 100% maka Rossi akan memilih opsi main aman, dan berharap good luck lewat duo honda yang mengovertake lorenzo, seperti yang dilakukan pedrosa di motegi, atau Rossi mengharapkan cuaca hujan kalo result di qualifikasi doi berada di grid 2 atau 3  dan lorenzo di grid 1 semuanya itu menunjukkan the doctor faham banget matematika dan paling gape hitung-hitungan diatas kertas dan diatas track race. IMHO menurut ane manajemen matematis doi yang encer dan akuratlah yang qodarallah akhirnya membawa doi di posisi unggul 18 point sampai hari ini, setuju ora masbro?

HITUNGAN POINT = MATEMATIKA POINT

Finish pos 1 = 25 poin
Finish pos 2 = 20 poin
Finish pos 3 = 16 poin
Finish pos 4 = 13 poin
Finish pos 5 = 11 poin
Finish pos 6 = 10 poin
Finish pos 7 = 9 poin
Finish pos 8 = 8 poin
Finish pos 9 = 7 poin
Finish pos 10 = 6 poin
Finish pos 11 = 5 poin
Finish pos 12 = 4 poin
Finish pos 13 = 3 poin
Finish pos 14 = 2 poin
Finish pos 15 = 1 poin

Iklan

About SidiqDemot

i love motocycle and motogp, i've made blog about it

Posted on 16 Oktober 2015, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: